SISTEM INFORMASI MANAJEMEN GENDER DAN ANAK (SAGA)

A.      LATAR BELAKANG.

Ketersediaan Data Gender dan Anak secara terpilah yang dirinci menurut jenis kelamin dan keLompok umur, sangat penting dalam perencanaan, peganggaran, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan yang responsife gender.

Dalam Penyelenggaraan  Data Gender dan Anak,  sesuai perundangan yang berlaku Pemerintah Daerah Provinsi Kabupaten/Kota perlu  menyediakan : Sumberdaya manusia, Sarana Prasarana pengelolaan data dan penyusunan sistem Adapun Data Gender dan Anak  adalah sebagai berikut  :

 

I.       Bidang Kesehatan : Angka harapan Hidup, Angka Kematian Ibu melahirkan, Imunisasi Tetanus Toxoid(TT) pada Ibu Hamil, Ibu Hamil yang mendapat tablet zat besi(FE), Penderita HIV/AIDS, Keluarga Berencana dan Penggunaan Narkotika.

II.     Bidang Pendidikan : Angka Partisipasi Kasar(APK) menurut jenjang pendidikan SD,SLTP dan SLTA, Angka Partisipasi Sekolah (APS), menurut kelompok umur (7-12, 13-15 dan 16-18 tahun), Angka Melek Huruf(AMH) menurut kelompok umur : 15-19 tahun, 20-24 tahun, 25-29 tahun, 30-34 tahun, 35-39 tahun, 40-44 tahun, 45-49 tahun, 50-54 tahun, 55-59 tahun dan 60 tahun keatas. Angka Putus Sekolah menurut jenjang pendidikan SD, SLTP dan SLTA.

III.   Bidang Ekonomi dan Ketenagakerjaan : Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja(TPAK), Jumlah penduduk usia kerja, Penduduk usia kerja yang bekerja menurut status pekerjaan, Pekerja formal dan informal, Tingkat pegangguran terbuka, Setengah pegangguran.

IV.   Bidang Hukum dan Sosial Budaya : Penghuni lembaga   Pemasyarakatan(Lapas),Penghuni Rumah tanahan (Rutan), Penduduk Lanjut Usia : Penduduk Lansia menurut pendidikan yang ditamatkan, Penduduk Lansia menurut aktivitas yang dilakukan, angka kesakitan  Lansia(Morbiditas), Penyandang cacat (Penca) : Penca menurut pendidikan yang ditamatkan ,Penca menurut aktivitas yang dilakukan.         

V.     Kekerasan Terhadap Perempuan : 1. Korban : a.Umur : Anak(0<18 tahun), Remaja(18,25 tahun), dan 25 tahun keatas), b. Tingkat pendidikan, c. Status Pekerjaan, d. Status Perkawinan, e. Jenis Kekerasan, f. Tempat kejadian, g. Jenis pelayanan yang diberikan,  h. Frekuensi kekerasan.

2. Pelaku : a.Tingkat Pendidikan, b. Status Pekerjaan, c. Hubungan dengan Korban,  d. Kebangsaan.

     

          Dengan adanya sistim aplikasi data gender diharapkan Pemerintah Provinsi papua dalam hal ini Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Provinsi papua dapat menyediakan data dalam  pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan diharapkan dapat tepat sasaran dan tepa guna sehingga memberikan dampak yang setara bagi perempuan dan laki-laki.

 Demikian pula dengan dengan ketersediaan data anak akan mempermudah Proses pengarusutamaan Hak Anak(PUHA) dalam kebijakan, program, dan  kegiatan pembangunan Daerah.

                Dalam Era Otonomi Khusus sekarang ini, sebagian besar proses pembangunan berada ditangan pemerintah daerah. Oleh sebab itu pemahaman tentang kondisi daerah sangatlah diperlukan , khususnya dalam upaya pembangunan pemberdayaan perempuan, melalui penyediaan aplikasi data gender dan anak secara terpilah menurut jenis kelamin dan kelompok umur diberbagai bidang dengan sendirinya menggambarkan isu gender yang masih terabaikan atau belum dikerjakan secara optimal.

                Dalam sistem perencanaan, isu-isu Gender dan Anak di Daerah juga menggambarkan permasalahan  yang harus ditindaklanjuti secara komprehensif dan berkesinambungan oleh Daerah. Oleh karena itu Sistim Aplikasi bagi Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Provinsi Papua Tahun 2012  perlu karena akan menjadi input yang sangat berharga dalam penyusunan perencanaan pembangunan.

Selain itu, dapat diketahui tentang data dan informasi kesenjangan gender yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan gender kedalam berbagai sector pembangunan sebagaimana beberapa bidang yang telah disebutkan diatas. Ketersediaan fakta , data dan informasi kesejangan  gender secara cepat dan tepat diberbagai sector pembangunan juga sangat dibutuhkan karena dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi dan posisi laki-laki serta perempuan.

Kegiatan sistem Aplikasi Data Gender dan Anak  oleh Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Provinsi Papua Tahun 2012  diharapkan dapat menjawab permasalahan sebagaimana tersebut diatas.

B.      TUJUAN.

Adapun tujuan dari kegiatan Sistim Aplikasi Data Gender dan Anak adalah sebagai berikut  :

1.      Tersedianya suatu sistem Aplikasi  Data Gender dan Anak secara  terpilah menurut jenis kelamin, kelompok umur, jenjang pendidikan, dan isu-isu prioritas lainnya  dengan cepat dan  tepat.

2.       Melalui Sistim Aplikasi Data Gender dan Anak ,  dapat mengirim laporan kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pemberdayaan Perempuan setiap akhir tahun Anggaran.  

C.      SASARAN.

Sasaran kegiatan  Sistem Aplikasi Data Gender dan Anak adalah adanya sistim Aplikasi Data Gender dan Anak yang meliputi  Data Bidang Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi dan Ketenagakerjaan, Politik dan Pengambilan Keputusan, Hukum dan Sosial Budaya serta kekerasan terhadap Perempuan dan Anak untuk Provinsi Papua dan Kabupaten/Kota.